User Interface design

Table of Contents

User Interface design

User Interface design

Tujuan dibuatnya user interface sebenarnya untuk mempermudah user menjalankan system. Akan tetapi kadang kita dibuat pusing dengan interface yang ada sehingga bukanya malah mempermudah penggunaan sistem tersebut.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan sistem:
Siapa usernya?, bagaimana user mempelajari untuk berinteraksi dengan sistem komputer yang baru?, Bagaimana cara user menginterpretasikan informasi yang dibuat system?, Apa yang diharapkan user dari system?.

Human-Computer Interface Design

Semua proses untuk mendesain user interface dimuali dengan pembuatan berbagai model fungsi sistem. Tugas dari human-computer interface dibutuhkan untuk mencapai fungsi system .

Interface design models

Empat model yang berbeda akan dijalankan saat HCI didesain. Model-model yang berbeda ini akan diatur oleh interface designer dan merepresentasikan interfacenya.

Design model terdiri dari seluruh system incorporate data, architectural, interface, dan procedural representations software.

User model terdiri dari profile end user system. Untuk membuat user interface yang efektif harus disesuaikan dengan kategori user.
Kategori user :
–    novice, tidak mengetahui syntax system dan sedikit pengetahuan mengenai applikasi atau penggunaan komputer secara umum.
–    Knowleagable, intermittent user, memiliki pengetahuan tentang applikasi, tetapi relatif kurang mengerti syntax informasi yang diperlukan untuk menggunakan interface.
–    Knowleagable, frequent user, memiliki pengetahuan tentang applikasai dan syntax yang baik yang sering mengarah pada ”power-user syndrome,”.

System prception (user’s model) merupakan gambaran system yang dipikirkan oleh end user. Tingkat akurasi dari deskripsi akan bergantung pada profile user dan kebiasaan user dalam menjalankan aplikasi.

System image memasangkan manifestasi sistem komputer, dengan semua informasi pendukung ysng menggambarkan syntax system dan aplikasinya.

Task analysis dan modeling

Task analisis dan modeling dapat diterapkan untuk memahami tugas yang sedang dijalankan dan memetakannya kedalam kumpulan tugas yang sama yang diimplementasikan dalam context HCI.

Langhkah awal dalam proses desain interface dapat dicapai dengan pendekatan berikut :
1.    Membuat maksud dan tujuan dari tugas.
2.    Memetakan tujuan/maksud dalam kegiatan yang spesifik.
3.    Menspesifikasi kegiatan seperti akan dieksekusi pada level interface.
4.    Mengindikasi system state
5.    Mendefinisikan mekanisme kontrol
6.    Mennunjukkan cara mekanisme kontrol mempengaruhi system state
7.    Mengindikasi bagai mana user meng interpretasi state dari system dari informasi yang didapat melalui interface.

Design Issues

Apabila desain dari interface berubah maka ada beberapa bagian yang akan selalu muncul, yaitu: system response time, user help facilities, error information handling, dan command labeling.

System response time memiliki dua karakteristik: lenght dan variability.
Jika lenght –nya terlalu lama dapat menyebabkan user tidak dapat bekerja dengan cepat.
Variability disini itu deviasi dari rata-rata response time.

Help facility punya dua tipe : integrated dan addon.
Integrated help facility didesain kedalam software dari awal pembuaatan software itu sendiri, sedangkan addon merupakan tambahan yang dimasukkan kedalam software setelah software selesai dibuat.

Biasanya error message memiliki karakteristik,yaitu:
–    The message should describe the problem in jargon that the user can understand.
–    The message should provide constructive advice for recovering from the error.
–    The message should indicate any negative consequences of the error so that the user can check to ensure that they have not occurred.
–    The message should be accompanied by an audible or visual cue.
–    The message should be “nonjudgmental.”

Mengetik command (printah) merupakan cara berinteraksi antara user dan system software dan biasa digunakan berbagai tipe aplikasi.
Dengan bertambahnya jumlah applikasi dibuatlah command macro facility yang memungkinkan user menyimpan command-command dalam definisi nama yang ditentukan user.

Sumber : https://sam-worthington.net/