SMK Negeri 4 Miliki Technopark Inkubasi

SMK Negeri 4 Miliki Technopark Inkubasi

SMK Negeri 4 Miliki Technopark Inkubasi

Dalam merealisasikan program pemerintah untuk melakukan revitalisasi SMK,

SMK Negeri 4 Bandung mendirikan technopark.

Technopark yang diresmikan pada Juli 2018 ini, bertujuan untuk melakukan pembinaan dan mewadahi minat para siswa maupun alumni menjadi wirausaha baru.

“Salah satu program pemerintah dalam rangka revitalisasi SMK, implementasinya adalah technopark dan program teaching factory. Technopark membidangi event dan inkubasi. Programnya disebut dengan pembinaan start up,” ujar Direktur Penanggung Jawab Technopark SMK Negeri 4 Bandung, Agus Muslihin, saat ditemui di SMK Negeri 4 Bandung, Jalan Kliningan No.6, Turangga, Kota Bandung, kemarin (11/1).

Agus mengatakan, di sini siswa dan alumni yang memiliki gagasan atau ide berwirausaha akan dibina melalui pelatihan-pelatihan yang ada. Tujuannya agar siswa dan alumni siap menjadi start up.

“Oleh pemerintah kemarin itu dikasih modal untuk bisa memulai usaha sesuai

dengan minat, bakat, ide, dan visi siswa tersebut. Tujuannya untuk bisa menjadi start up melalui pelatihan yang diselengggarakan Technopark,” ujar Agus.

Agus mengatakan, Technopark di SMK merupakan hal baru, maka perlu ada pendampingan. Technopark SMK Negeri 4 Bandung didampingi oleh Technopark yang sudah lama berdiri. SMK Negeri 4 Bandung didampingi oleh Bandung Technopark yang ada di Telkom University.

Produk yang dihasilkan Technopark SMK Negeri 4 Bandung beragam, tidak hanya berupa barang akan tetapi jasa. Selain untuk menghasilkan start up, Technopark pun bertujuan untuk

meningkatkan kompetensi siswa. Salah satunya, diadakan Pelatihan Revolusioner Keterampilan Berbahasa Inggris Metode Revolt yang cepat dan praktis pada awal 2019. Pelatihan ini diikuti oleh siswa dan guru.

“Kita sudah belajar bahasa inggris lama. Sudah bertahun-tahun belajar bahasa inggris,

dari SMP, SMA, tetapi ternyata kalau diaplikasikan terkadang banyak yang tidak bisa mengungkapkan.Mungkin metode pembelajarannya yang begitu,” ujar Direktur Penanggung Jawab Technopark

SMK Negeri 4 Bandung, Agus Muslihin, saat ditemui di SMK Negeri 4 Bandung, Jalan Kliningan No.6, Turangga, Kota Bandung, pada Kamis (10/1/2019).

Pelatihan bahasa inggris ini dilaksanakan dalam rangka kerjasama antara SMK Negeri 4 Bandung dengan lembaga pelatihan bahasa inggris menggunakan metode berbeda dengan

pembelajaran di kelas. Pelatihan dilaksanakan selama lima hari dimulai pada 3 Januari 2018 dan diikuti oleh 29 orang siswa serta 10 guru.

Terdapat tiga sesi yang diikuti peserta perharinya.Walaupun dengan waktu yang singkat, Agus mengatakan hasilnya banyak peserta yang sudah bisa berkomunikasi di depan umum.

“Lima hari itu full. Dalam satu hari terdiri dari tiga sesi. Pagi pukul 7.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Jadi ada 15 sesi. Ternyata memang hasilnya yang tidak bisa mengungkapkan (berbicara dengan bahasa inggris) ternyata bisa sampai berbicara di depan umum,” ujarnya.

 

Sumber :

https://gumroad.com/dosenpendidikan