Pengertian Insentif Menurut Para Ahli Terbaru

Pengertian Insentif Menurut Para Ahli Terbaru

Pengertian Insentif Menurut Para Ahli Terbaru

Menurut Agency theory (Jensen dan Meckling, 1976)

dan penelitian kompensasi oleh Gomez dan Balkin,1992; Heneman, 1992) mengatakan bahwa “Insentif digunakan untuk mendorong karyawan dalam memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil kerjanya”. Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa insentif adalah “tambahan penghasilan ( uang, barang dan lain sebagainya ) yang diberikan sebagai perangsang gairah kerja”.

Menurut Samsudin (2006 : 194)

mendefinisikan insentif adalah “pemberian upah atau gaji yang berbeda, bukan didasarkan pada evaluasi jabatan, namun karena adanya perbedaan prestasi kerja”.

Sedangkan menurut Panggabean (2004 : 89)

“insentif merupakan penghargaan dalam bentuk uang yang diberikan kepada mereka yang dapat bekerja melampaui standart yang telah ditentukan”.

Menurut Simamora (2004 : 514)

yang dimaksud insentif adalah suatu program yang mengaitkan bayaran dengan produktivitas kerja.

Selanjutnya Mangkunegara (2001 : 89)

“suatu penghargaan dalam bentuk uang yang diberikan oleh pihak pemimpin organisasi kepada karyawan agar mereka bekerja dengan motivasi yang tinggi dan berprestasi dalam mencapai tujuan – tujuan organisasi”.

Insentif juga diartikan oleh Swasta dan Ibnu Sukotjo (1995: 270)

adalah suatu dorongan kerja yang efektif bagi karyawan agar bekerja dengan lebih produktif.

Kemudian Ranupandojo dan Suad Husnan (2002 : 161)

juga mengartikan insentif adalah suatu bentuk motivasi yang dinyatakan dalam bentuk uang. Jadi pengertian insentif adalah sebuah program yang diberikan oleh perusahaan untuk memotivasi karyawan agar karyawan tersebut jauh lebih giat lagi dalam bekerja dan dapat meningkatkan prestasi kerjanya di dalam perusahaan.