Pemkab Tasikmalaya Raih Penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam dari Kemenag

Pemkab Tasikmalaya Raih Penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam dari Kemenag

Pemkab Tasikmalaya Raih Penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam dari Kemenag

Bandung– Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berhasil meraih penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam

(API) dari Kementerian Agama. Penghargaan diberikan langsung Menteri Agama Lukman Hakim S dan diterima Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, Kamis (23/11) di Jakarta.

Penghargaan ini diberikan berkat keberpihakan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terhadap pendidikan agama bagi masyarakat khususnya yang berusia sekolah. Inspektur Pembantu III Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Endin mengatakan, selama ini Pemkab Tasikmalaya telah memberlakukan sejumlah program untuk pengembangan pendidikan Islam bagi generasi muda.

Dari sisi regulasi, menurutnya telah diberlakukan peraturan daerah dan peraturan bupati y

ang mengharuskan siswa didik mengikuti pembelajaran agama tambahan di luar formal. Pertama, kata dia, terdapat peraturan bupati yang mewajibkan setiap siswa kelas III hingga XII mengikuti pendidikan diniyah di sekitar rumah mereka.

Hal ini, lanjutnya, tidak terlepas juga dari belum maksimalnya jumlah siswa di Kabupaten Tasikmalaya yang mengikuti pendidikan diniyah. “Dari eksisting anak dari usia SD sampai SMA ada 260 ribuan, tapi yang mengikuti pendidikan diniyah hanya 140 ribu,” kata Endin di Bandung, Jumat (24/11).

Selain itu, untuk menambah jumlah pendidikan agama di sekolah, Pemkab Tasikmalaya

memberlakukan program Ajengan Masuk Sekolah (AMS). Dengan adanya program tersebut, siswa didik akan menerima jam pelajaran agama yang lebih dibanding biasanya.

“Kita melebihi target nasional, di atas 10 jam per minggunya,” katanya seraya menyebut setiap siswa diharuskan mengikuti pesantren selama bulan suci Ramadhan. Lebih lanjut dia katakan, dari sisi anggaran, Pemkab Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Uu Ruzhanul Ulum memberikan porsi yang lebih untuk pendidikan Islam.

Sebagai contoh, lanjutnya, dari 720 pesantren yang ada, seluruhnya mendapat bantuan Rp6 juta per pesantren per tahun. Selain itu, madrasah yang berjumlah 4.000-an mendapat bantuan operasional sebesar Rp1 juta per tahun.

“Lalu untuk guru madrasahnya yang berjumlah 23 ribu, dapat bantuan Rp1,2 juta per tahun per guru,” katanya seraya menyebut Pemkab Tasikmalaya pun sudah menerapkan program Maghrib Mengaji untuk para siswa didik. Dia melanjutkan, berbagai upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pendidikan karakter masyarakat khususnya generasi muda. “Inipun sesuai dengan revolusi mental yang digaungkan pemerintah pusat. Kami yakin, dimulainya dari pendidikan agama,” katanya.

 

Sumber :

https://egriechen.info/