PEBI, Pedoman Pengganti EYD

PEBI, Pedoman Pengganti EYD

PEBI, Pedoman Pengganti EYD

Pedoman Bahasa Indonesia yang sebelumnya biasa disebut Ejaan Yang Disempurnakan

(EYD) berubah menjadi Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (PEBI). Tidak banyak masyarakat yang mengetahui perubahan tersebut. PEBI sendiri sudah diputuskan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 dan ditetapkan Tanggal 9 September 1987. Perubahan didasari bahasa yang terus berubah dan berkembang sesuai dengan kehidupan masyarakat.

Berdasarkan informasi dari Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI. Melalui permintaan ketua Gabungan V Komando Operasi Tertinggi (KOTI), rancangan peraturan ejaan tersebut dipakai sebagai bahan bagi tim Ahli Bahasa KOTI. Dalam Komite Bersama yang dikeluarkan Mendikbud tahun 1972, Mashuri, dan Menteri Pelajaran Malaysia, Hussen Onn, rancangan tersebut disetujui untuk dijadikan bahan dalam usaha bersama di dalam pengembangan bahasa nasional kedua negara.

“Maka pada hari Proklamasi Kemerdekaan tahun itu juga diresmikanlah aturan ejaan

yang baru itu berdasarkan keputusan Presiden No. 57, tahun 1972, dengan nama Ejaan yang Disempurnakan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebar buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, sebagai patokan pemakaian ejaan itu,” tulis Badan Bahasa Kemdikbud RI.

Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat keputusannya tanggal 12 Oktober 1972, No. 156/P/1972 (Amran Halim, Ketua), menyusun buku Pedoman Umum ini yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas.

Contoh PEBI yaitu dalam tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan daan nskah atau