ISU EKOLOGI DAN LINGKUNGAN SOSIAL

ISU EKOLOGI DAN LINGKUNGAN SOSIAL

ISU EKOLOGI DAN LINGKUNGAN SOSIAL

ISU EKOLOGI DAN LINGKUNGAN SOSIAL

Isu ekologi semakin mengemuka ditengah perkembangan global yang semakin pesat dan dinamis. Adanya perubahan ekologi yang diakibatkan oleh aktivitas sosial akan berdampak secara signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat dan lingkungan sosial tempat masyarakat itu berkembang. Dalam hubungannya dengan Pembangunan berkelanjutan, isu ekologi merupakan peran kunci akan tumbuh kembang suatu peradaban sosial. Sebagai contoh yang nyata hubungan antara isu ekologi dan lingkungan sosial dewasa ini adalah adanya perubahan ekologi secara global yang diakibatkan oleh pemanasan global.

Pemanasan Global yang timbul akibat aktivitas manusia dari proses pembakaran bahan bakar fosil mengakibatkan adanya perubahan iklim yang masiv di dunia. Adanya perubahan iklim tersebut ternyata juga mempengaruhi lingkungan sosial masyarakat. Sebagai contoh misalnya akibat adanya kenaikan rata-rata suhu bumi dalam satu sisi menimbulkan bencana, tetapi dalam satu sisi juga menguntungkan bagi produsen Air Conditioner(AC). Tak bisa dipungkiri, karena suhu bumi  yang semakin tinggi mengakibatkan adanya fenomena sosial di masyarakat berupa tingginya daya beli masyarakat terhadap penyejuk udara. Produsen AC akan diuntungkan, begitu pula tenaga kerja untuk menunjang operasional pabrik akan semakin banyak diserap.

Akan tetapi pemanasan global jauh lebih banyak menimbulkan dampak negatif daripada dampak positivnya, pemakaian bahan bakar fosil yang notabene tidak ramah lingkungan sangat bertentangan dengan tujuan dari pembangunan berkelanjutan. Hal ini dikarenakan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan, tidak hanya akan ditanggung pada masa sekarang, tetapi akan ditanggung juga oleh anak cucu kita kelak. Dampak lain yang juga terasa akibat pemanasan global adalah berkurangnya produktivitas pangan. Perubahan iklim yang ekstrem berakibat pada kacaunya pola bercocok tanam dan imbasnya adalah merosotnya produktivitas pangan. Hal tersebut jelas menjadi ancaman bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan

Sumber : https://ekonomija.org/