ISU DARI MASYARAKAT GLOBAL TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN

ISU DARI MASYARAKAT GLOBAL TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN

ISU DARI MASYARAKAT GLOBAL TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN

ISU DARI MASYARAKAT GLOBAL TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

          Isu dari adanya pembangunan berkelanjutan mengemuka  di dunia ketika adanya  Brundtland Report pada tahun 1980, semakin diintensifkan dengan Konferensi PBB mengenai Lingkungan Hidup dan Pembangunan  di Rio de Janeiro tahun 1992. Konferensi ini melahirkan Agenda 21 yang ditandatangani oleh 178 kepala negara sebagai langkah konkret bagi implementasi pembangunan berkelanjutan pada skala global. Sepuluh tahun setelah Rio Conference, PBB pada tahun 2002 kembali menyelenggarakan konferensi di Johannesburg dengan judul “The 2002 World Summit for Sustainable Development” untuk mengevaluasi perkembangan penerapan visi pembangunan berkelanjutan di dunia. Definisi pembangunan berkelanjutan yang telah dikenal oleh masyarakat luas yang dituangkan dalam Our Common Future atau Brundtland Report (WCED 1987:43): Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada masa sekarang tanpa mengurangi dan atau menghilangkan kemampuan generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhannya kelak. Namun pada kenyataannya, pembangunan berkelanjutan mengalami berbagai kendala multidimensional untuk benar-benar mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang dicita-citakan tersebut.

          Cahyandito (2005), menyatakan bahwa ada pada prinsipnya, ada tiga dimensi utama pembangunan berkelanjutan yaitu lingkungan hidup, sosial dan ekonomi. Berikut ini adalah masalah-masalah utama yang ada pada setiap dimensi tersebut :

  1. Dimensi Ekologi

Dalam era globalisasi dan mobilitas manusia yang sangat besar, mengakibatkan adanya eksplorasi lingkungan secara besar-besaran. Hal tersebut dilakukan untuk menjalankan aktivitas perekonomian untuk meningkatkan taraf hidup manusia. Dalam satu sisi, pertumbuhan ekonomi akan meningkat dan kesejahteraan juga akan meningkat, tapi disisi lain eksplorasi terhadap sumber daya alam secara berlebihan akan mengakibatkan degradasi lingkungan. Dampaknya akan lebih buruk apabila tidak ditangani dengan manajemen pengelolaan lingkungan yang baik.

  1. Dimensi Sosial

Permasalahan pada dimensi sosial yang menjadi tantangan dari pembangunan berkelanjutan  adalah pertumbuhan jumlah penduduk dunia. Dalam kurun waktu seratus tahun terakhir, pertumbuhan penduduk melonjak cepat terutama pada negara berkembang (UNDP, 2002). Diperkirakan jumlah penduduk dunia akan naik sampai 7,8 milyar orang pada tahun 2025, dimana 6,7 milyar orang hidup di Negara berkembang. Kenaikan jumlah penduduk ini antara lain disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya rendahnya tingkat pendidikan, tidak memadainya jaminan sosial pada Negara yang bersangkutan, budaya dan agama/kepercayaan, urbanisasi, dan diskriminasi terhadap wanita .

  1. Dimensi Ekonomi

Masalah utama pada dimensi ekonomi adalah perubahan global dan globalisasi. Maksudnya adalah perubahan keadaan lingkungan hidup (ekologi) global, globalisasi ekonomi, perubahan budaya dan konflik utara-selatan. Globalisasi yang muncul sejak tahun 1990-an, tidak dapat dibendung kehadirannya dan mau tidak mau harus dihadapi oleh setiap negara. Kemajuan teknologi, komunikasi dan telekomunikasi serta transportasi semakin mendukung arus globalisasi sehingga hubungan ekonomi antar negara dan region menjadi sangat mudah.

Baca Juga :