Curhat Para Perempuan ‘Hijrah’, Awas ‘Baper’!

Curhat Para Perempuan ‘Hijrah’, Awas ‘Baper’!

Curhat Para Perempuan ‘Hijrah’, Awas ‘Baper’!

Hijrah (perpindahan untuk perubahan), Ta’aruf (perkenalan), Akhi (sapaan untuk muslim)

, Ukhti (sapaan untuk muslimah), menjadi diksi yang kian tren di tengah kalangan umat Islam yang sedang mendekatkan diri pada agamanya.

Pengajian dan grup-grup sosial terbuka, makin menjamur baik di dunia nyata maupun di jagat maya. Terbanyak, dari mereka yang aktif di tren ini adalah muda-mudi. CNNIndonesia.com menulis satu potret sosial yang unik tentang muda-mudi di tren berhijrah. Baca selengkapnya!

“Ukhti, saya ingin putus dengan pacar yang sudah empat tahun menjalin hubungan.

Tapi saya masih cinta. Bagaimana ya?”

Sebuah pesan singkat masuk dari salah satu anggota grup WhatsApp (WA) Indonesia Tanpa Pacaran (ITP). Sejumlah balasan pun dengan cepat masuk dari anggota grup lainnya. Rata-rata menjawab, ‘putuskan saja ukhti’ atau ‘fokus ibadah saja’.

Tak cuma soal pacaran, sederet pertanyaan dengan tema besar hijrah, seperti halal haram hingga cara berpakaian, bergantian masuk di grup berisikan lebih dari 200 anggota itu.

Mulai dari hukum bersalaman dengan lawan jenis, berteman dengan non muslim, ketentuan menggunakan niqab atau cadar, sampai cara berboncengan dengan pengemudi ojek online.

‘Bagaimana ya hukumnya kalau berboncengan dengan lawan jenis? Saya sering naik ojek tapi

takut berdosa karena pengemudinya laki-laki’

Pertanyaan dari salah satu anggota selalu dijawab oleh anggota grup lainnya. Jawabannya pun beragam. Ada yang membolehkan, ada pula yang melarang.

Saya sengaja mendaftarkan diri sebagai anggota grup ITP sejak awal Februari lalu. Setelah sekian lama mengetahui unggahannya di akun Instagram dan Facebook, saya penasaran, seperti apa gerakan yang digagas La Ode Munafar sejak tahun 2015 ini.

 

Baca Juga :