Cash Back Berbekal Gawai

Cash Back Berbekal Gawai

Cash Back Berbekal Gawai

DOMPET Sari Rahmawati, 27, selalu tampak mengembung

jelang akhir bulan.

Itu bukan karena uang, melainkan banyak setruk belanja yang tersimpan. Ibu satu anak itu menyimpan setruk untuk catatan keuangan sehingga pemasukan dan pengeluaran proporsional.

“Kalau sudah beres dicatat, biasanya ya langsung dibuang,” jelasnya.

Banyak orang merasa setruk tiga berguna dan langsung dibuang

setelah tidak ada kekeliruan pembayaran.

Berbeda dengan Reynazran Royono dan kawan-kawannya.

Di tangan mereka, angka-angka dan daftar belanjaan di setruk bisa memiliki nilai jual.

Mereka mengolahnya sebagai big data lantas ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan yang memerlukan data untuk pengambilan keputusan, semisal promosi.

Sejak Juni 2015, mereka meluncurkan Snapcart, aplikasi

yang memberikan cash back kepada pembeli di toko offline apabila mau memasukkan foto setruk belanjanya.

Di Google App Store, aplikasi ini sempat masuk di 20 teratas kategori belanja.

Pada 14 April 2016, mereka menyabet salah satu penghargaan di ajang kompetisi inovasi taraf dunia, Accenture Consumer Innovations Awards (ACIA) 2016, di London, Inggris.

Tak berhenti di situ, Snapcart kini memiliki kantor cabang di Filipina, melayani pengelolaan big data yang sama.

Ini prestasi yang membanggakan karena aplikasi tersebut digawangi anak-anak Indonesia yang terbukti mumpuni di bidang industri digital.

Pantaslah Snapcart bisa mendapatkan ‘seed funding’ dari Ardent Capital.

 

sumber :

https://ppidkabbekasi.id/legions-apk/