Cara Pemerintah Buat Pasar Tradisonal Naik Kelas

Cara Pemerintah Buat Pasar Tradisonal Naik Kelas

Cara Pemerintah Buat Pasar Tradisonal Naik Kelas

Jakarta, Kominfo

Pemerintah terus mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terhubung ke jaringan internet. Istilahnya yang kerap dikenal ‘Go Online’.  Saat ini, hingga awal tahun 2019 target pencapaian 8 juta UMKM go online sudah terlampaui.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel A. Pangerapan, mengatakan hal itu dalam Bincang Online Tok Tok Kominfo Episode 11: ‘Kepoin Ditjen Aptika’, di Jakarta, Selasa, (22//01/2019). 

Optimis, target tersebut tercapai

Tahun lalu tercatat 4,6 juta UMKM yang masuk ke marketplace. Sekarang  sudah ada 10,35 juta UMKM nelayan dan petani yang terhubung dengan platform digital,“ ujarnya.

Menurut Dirjen Aptika, program itu dirancang sebagai upaya memperkenalkan teknologi kepada pelaku UMKM agar mereka bisa meningkatkan peluang usaha. 

“Saat ini merupakan eranya ekonomi digital yaitu era sharing, jadi semua orang boleh terlibat. Coba kita bayangkan, kalau dulu UMKM ingin jualan barang dia harus punya toko, kemudian menyewa tempat, berapa banyak uang yang dikeluarkan?” ujar Semuel.

“Sekarang kalau tidak mau punya website, mereka bisa menaruh barangnya di marketplace-marketplace. Inilah yang kita dorong supaya makin banyak UMKM yang bisa memanfaatkan teknologi. Para pedagang pun bisa jualan lewat layanan-layanan lainnya, misalnya dengan memanfaatkan fitur yang ada di aplikasi Go-Jek,” jelas Dirjen Semuel.

Dia menambahkan, Pemerintah akan terus mendorong agar pelaku UMKM semakin banyak memasarkan produk di marketplace. Selain dapat meluaskan pasar dan meningkatkan pendapatan, marketplace dapat menjadi etalase yang tepat untuk mempromosikan produk Indonesia.

“Kenapa kita dorong?

Kita mau mengajak UMKM untuk naik kelas. Bisa dua kali lipat pendapatannya. Contoh, jaman dulu sebuah perusahaan taksi itu hanya konglomerat yang bisa naik, sekarang setiap orang yang punya kendaraan, bisa menjadi pengusaha taksi. Para pelaku usaha pun bisa jualan lewat layanan-layanan lainnya, misalnya dengan memanfaatkan fitur yang ada di aplikasi gojek,” ucapnya.

Dirjen Semuel menambahkan, dengan memanfaatkan platform digital para pelaku UMKM dapat memasarkan produknya dari rumah. 

“Diharapkan dengan begitu akan tumbuh startup baru di Indonesia. Saat ini seorang ibu rumah tangga bisa memasarkan produknya melalui gerakan aplikasi berjualan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Semuel menuturkan tumbuhnya startup ini sekaligus menggambarkan prediksi mengenai ekonomi Indonesia yang akan menjadi negara terbesar keempat di dunia di tahun 2050. Ketika ukuran ekonomi Indonesia menjadi negara kelima di tahun 2030. 

“Ini semua hanya bisa tercapai apabila Indonesia bertransformasi menuju era ekonomi digital. Kita membuka semua peluang itu supaya di era ekonomi digital kita bisa benar-benar hadir dan memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat,” kata Dirjen Aptika.

 

Artikel terkait :