Amankan Handphone Siswa

Amankan Handphone Siswa

Amankan Handphone Siswa

Meski ujian nasional (Unas) tahun ini tidak menentukan kelulusan siswa, namun pihak sekolah

melaksanakannya dengan ketat. Inspeksi mendadak (sidak) Komisi D DPRD Kota Bandung di SMP Negeri 13, 11 dan 34 menunjukan keseriusan wakil rakyat terhadap kelangsungan unas. Sementara Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menerapkan kebijakan pelaksanaan Unas secara struktural.

Penjagaan aparat kepolisian, pengawasan silang, bahkan hingga pengamanan handphone siswa diberlakukan di seluruh sekolah SMP/MTs di Kota Bandung. ’’Kita hargai metode itu meski terkesan berlebih,” kata anggota Komisi D dari Fraksi Nasdem Asep Sudrajat, usai Sidak di Gedung DPRD Jalan Sukabumi, kemarin (4/5).

Menurut dia, secara keseluruhan pelaksanaan Unas di sekolah-sekolah yang di sidak berjalan lancar.

Meski demikian, pihak sekolah yang dikunjungi mengeluhkan infrastruktur sekolah yang kurang memadai.

Minimnya infrastruktur sekolah yang dikeluhkan kalangan pengelola sekolah dibenarkan anggota Komisi D dari Fraksi PDI-Perjuangan Iwan Darmawan. Dari dialog dengan jajaran pendidik, cetus Iwan, kurangnya sarana dan prasarana pendukung proses belajar mengajar itu, sudah disampaikan pada Disdik sejak setahun yang lalu. ’’Sejauh ini tidak ada tanggapan serius,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kota Bandung

Tjep Dahyat, kepada Bandung Bandung Ekspres menyatakan, hasil kunjungan di sekolah-sekolah pinggiran cukup puas. Seperti, di SMPN 44, 46, 42 dan 48. Hal itu diakuui Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat dan Kota Bandung. ’’Pelaksanaan Unas berjalan lancar,” ucapnya.

Kekhawatiran ada kebocoran soal pada hari pertama Unas, ternyata tidak terbukti. Penjagaan ketat aparat kepolisian dari Polsek terdekat memberi jaminan distribusi hingga pelaksanaan Unas berjalan sesuai harapan. ’’Aparat yang ditempatkan dilingkungan sekolah memberikan rasa aman bagi siswa,” imbuh Tjep Dahyat.

Sementara itu di Jakarta, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga turut melakukan pengawasan di SMPN 49. Sedikitnya ada 308 siswa mengikuti Unas di sekolah yang terletak di Jalan Raya Bogor, Kramatjati, Jakarta Tmur. Sementara satu orang siswa diketahui tidak mengikuti Unas, karena menderita DBD dan dalam perawatan intensif di RS Cijantung.

Pantuan wartawan, sedikitnya 28 unit CCTV terpasang di beberapa sudut sekolah. Antara lain, ruang kelas dan sudut lorong atau koridor. Ada pula yang dipasang di tangga dan halaman sekolah. Selain pengawasan, pemasangan CCTV tersebut untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa.

 

Sumber :

https://blog.fe-saburai.ac.id/sejarah-nazi-dan-adolf-hitler/